Taman Sari, Istana Air Keraton Yogyakarta

Yogyakarta   12 November 2018   1382


Share on      

Taman Sari adalah peninggalan asli dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang masih apik terawat keberadaannya. Taman ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I yang tak lain fungsinya sama seperti Taman Sriwedari di Surakarta dan Kebun Raya Istana Bogor pada zaman dahulu, yaitu sebagai taman pribadi keluarga besar keraton saja. Di bagian tengah Taman Sari terdapat kolam air yang menjadi tempat mandi dan bermain air para permaisuri raja dan ratu pada kala itu. Tempat ini juga menjadi ikon situs Taman Sari yang pada akhirnya muncul sebutan Istana Air Keraton Yogyakarta.

Namun kini, taman keraton seluas 10 hektare ini dialihfungsikan sebagai situs bersejarah yang boleh dikunjungi siapa saja, tentu saja dengan banyaknya nilai budaya yang bersemayam di tempat ini. Jika kalian datang ke kompleks taman ini, jangan bingung jika jalan menuju taman ada banyak, ya! Karena taman ini memiliki banyak situs yang terpisah. Taman ini mulai beroperasi pukul 09.00-16.00 WIB.

Di awal kalian memasuki taman, kalian akan bertemu dengan bagian loket di sebelah kanan gerbang. Dengan biaya Rp. 5000,- untuk turis domestic dan Rp. 15.000,- untuk turis mancanegara, kalian bisa menelusuri seluruh kompleks situs bersejarah ini. Jika kalian ingin melakukan photoshoot atau shooting di sini, bisa membayar biaya kontribusi tambahan untuk izin rombongan lalu kalian akan mendapatkan surat jalan.

Lalu masuk lebih dalam lagi, akan ada gazebo-gazebo di bagian kanan dan kiri jalan setapak yang akan mengarahkan kalian pada ikon taman ini, yaitu area kolam air. Lalu di area selanjutnya kalian harus melewati pemukiman penduduk yang sangat unik. Karena pemukiman ini dihiasi oleh mural, galeri seni, jalan dan tembok berwarna, dan banyak sekali toko cinderamata asli buatan penduduk Desa Wisata Taman Sari. Jangan takut tersesat! Karena penduduk disini siap menjadi tour guide yang ahli dengan biaya sukarela.

Tak hanya taman air, namun juga ada beberapa area terowongan bawah air yang kemudian bersambung menjadi bangunan berlantai 2, salah satunya adalah bangunan Sumur Gumuling yang memiliki icon di dalamnya berupa tangga 5 arah, 4 arah dari lantai satu ke bagian tengah dan 1 tangga lainnya untuk menyambung ke lantai 2. Bangunan ini dulunya digunakan sebagai masjid. Di dinding lorong lantai dasar terdapat ruangan yang difungsikan sebagai speaker pada masa lampau.

Lokasi taman ini tak jauh dari pusat kota. Jika dari Stasiun Tugu, kalian bisa menggunakan jasa transportasi online selama 8 menit. Tempat ini juga dapat dijangkau dengan berjalan kaki 25-30 menit dari stasiun sembari menikmati suasana kota jogja. (Adana)